POLA MAKAN

Waspadai pola makan anak usia sekolah

Summary:lightscreen
Waspadai pola makan anak usia sekolah !

Para orang tua dewasa ini kurang menyadari arti penting suatu nutrisi dan gizi anak usia sekolah bahwa 

umumnya mereka tidak paham atau memang masa bodoh atau kemungkinan pula karena faktor ekonomi

sehingga mengabaikan kedua faktor tersebut (nutrisi dan gizi anak).

Padahal nutrisi dan gizi adalah sangat menentukan untuk tumbuh kembangnya pertumbuhan anak-anak kita di kemudian hari secara optimal. Nutrisi anak tidak boleh hingga usia 5 tahun tetapi terus dilanjutkan

pada usia sekolah sampai 18 tahun.

Menurut pengamatan dr.Samuel Oetoro, kebanyakan orangtua beranggapan bahwa,kebutuhan nutrisi 

usia 5-18 tahun serupa dengan orang dewasa , sehingga tidak perlu perhatian khusus.Di samping itu,faktor

anak yang sulit makan, membuat kerawanan nutrisi di usia sekolah, baik itu kekurangan nutrisi (malnutrisi),

maupun kelebihan nutrisi (overnutrisi).

Anak-anak yang pemilih (picky eater) cenderung memilih menu yang setiap hari ,sehingga miskin kandungan gizi.Sedangkan anak yang kegemukan (obesitas) memiliki pola makan berulang-ulang, tidak

terjadwal, dalam porsi besar, serta minim aktifitas.

Pada kesempatan yang berbeda , dr Fiastuti witjaksono MS,spGK, mengatakan pola makan anak akan mempengaruhi pola makannya hingga dewasa kelak."Bila waktu kecil dibiasakan makanan yang tidak

sehat, maka pada usia dewasa akan menolak makanan yang sehat", katanya.

Karena itu, peranan orang tua sangat penting untuk mengarahkan pola  makan sang anak untuk memperoleh pola makan yang kaya nutrisi.Misalnya menyediakan variasi menu yang sehat, membawakan  bekal makanan sekolah, membiasakan untuk makan bersama keluarga.

Para ahli mengatakan, mengontrol pola makan anak bisa dengan kebiasaan makan bersama keluarga,

Kebiasaan makan bersama makan keluarga tidak hanya mengisi perut lapar, tetapi juga sarana orang tua

untuk memberi pengajaran tentang gizi dan disiplin.

Untuk anak-anak usia sekolah, dr.Samuel menyarankan orang tua untuk menyediakan makanan yang

mengandung energi, seperti lemak, karbohidrat, protein, serta vitamin.Tanpa vitamin, makanan yang diasup tidak optimal oleh tubuh dimana zat-zat tersebut sangat membantu dalam proses pembentukan otot, tulang ,sel-sel organ, serta membantu penghantaran informasi di otak. Jangan lupa untuk melengkapi

 kebutuhan makronutrien dan mikronutrien anak usia sekolah yaitu, susu. Susu merupakan makanan yang

digemari anak sejak bayi dan mudah dicerna serta zat yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang

dan otot untuk melanjutkan tumbuh kembang anak hingga usia 18 tahun.

No comments:

Post a Comment